Prasasti Telaga Batu D.155

From Ensiklopedia Museum Nasional Indonesia
Jump to: navigation, search
Prasasti Telaga Batu D.155

Katalog[edit]

Nama : Prasasti Telaga Batu

Bahan: Batu Andesit

No Inventaris[1]: D155

No Kepmendikbud: -

Status: Benda Budaya Berskala Nasional

Tokoh: -

Asal : Telaga Batu, Sabo King King, Palembang.

Tahun : 7 M

Penempatan: Lobi

Ukuran, Deskripsi[edit]

  • Ukuran
    • tinggi:
    • tinggi Dasar:
  • Deskripsi

Prasasti beraksara Pallawa, bahasa Melayu Kuna. Menginformasikan pejabat pemerintahan kerajaan Sriwijaya, dan kutukan terhadap yang melakukan kejahatan dan tidak taat kepada Raja Dapunta Hyang. Bagian atas prasasti ini dihiasi dengan tujuh kepala ular kobra[2] yang berbentuk pipih dengan mahkota berbentuk permata bulat. Lehernya mengembang dengan hiasan kalung. Hiasan ular kobra tersebut bersatu dengan permukaan batu datar pada bagian belakang. Pada bagian tengah bawah prasasti terdapat cerat atau pancuran seperti pada yoni.[3]

Nilai Penting[edit]

  • Sejarah

Prasasti Telaga Batu merupakan salah satu Prasasti Sriwijaya yang emiliki keistimewaan tersendiri. Kekhasan Prasasti Telaga Batu terungkap dari hasil terjemahan aksara dan terjemahan yang dilakukan oleh JG de Casparis (1956, hlm. 35). Prasasti tersebut berisi kutukan Datu Sriwijaya pada semua pejabat Sriwijaya, dari seorang rajakumara hingga seorang tukang cuci kerajaan. Uraian tentang kutukan Prasasti Telaga Batu merupakan yang terpanjang dibandingkan dengan prasasti lain pada zaman Sriwijaya[4]

  • Ilmu Pengetahuan
  • Pendidikan
  • Agama
  • Kebudayaan

Riwayat Pameran[edit]

Riwayat Pemeliharaan[edit]

Nilai Pendidikan[edit]

Referensi[edit]

  1. Archaeological Verzameling 1-2025. 1887. Batavia Genootschap. Batavia
  2. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1993. Amerta Berkala Arkeologi 13. Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Jakarta
  3. Prasasti Telaga Batu
  4. Alnoza, M. (2020). Figur Ular Pada Prasasti Telaga Batu: Upaya Pemaknaan Berdasarkan Pendekatan Semiotika Peirce. Berkala Arkeologi, 40(2), 267–286. https://doi.org/10.30883/jba.v40i2.591